Berkaca Pada Sistem Pendidikan Finlandia

Finlandia, negara yang nyaris tidak ada korupsi ini tengah dibicarakan oleh pakar pendidikan di seluruh dunia. Finlandia menduduki peringkat pertama untuk Sains dan Ilmu pengetahuan alam, mengalahkan amerika yang berada pada urutan ke 17 dan 24 pada bidang tersebut. Apa yang membedakan model pembelajaran di Finladia dengan Indonesia?
Pertama, berbeda dengan Indonesia yang mengagung-agungkan Ujian nasional, Finlandia menerapkan meteode belajar yang menyenangkan yang didasarkan oleh keinginan siswa. Metode belajar yang menyenangkan tidak hanya bertumpu pada hasil yang diraih siswa, tetapi juga proses yang telah dilalui. Selain itu metode ini juga memberikan keleluasan kepada siswa untuk berkreasi.
Kedua, di dalam kelas terdapat tiga orang guru yang mendampingi siswa. Dua orang guru yang menerangkan dan satu orang guru yang membantu siswa apabila mengalami kesulitan. Selama satu tahun pembelajaran guru tidak diganti sehingga guru bisa mengetahui perkembangan siswanya.
Ketiga, pada akhir pembelajaran memang terdapat ujian. Namun ujian yang diterapkan berbeda, siswa bisa memilih sendiri mata pelajaran apa yang ingin dujikan kecuali Bahasa Finlandia yang wajib diujikan untuk seluruh siswa. Yang menarik adalah ujian yang dilaksanakan bukan untuk mengukur kecerdasan siswa, namun untuk mengevaluasi guru yang mengajar. Sehingga hanya terdapat 2% siswa yang gagal ujian dan Drop out dan merupakan presentasi paling kecil di seluruh dunia.
Keempat, setiap siswa tidak dipungut biaya, karena sekolah di Finlandia dibiayai oleh pemerintah. Pungutan terhadap orang tua siswa merupaka tindakan yang legal. Dengan sekolah yang gratis seluruh masyarakat bisa mengenyam pendidikan, sehingga tindak kriminal nyaris tidak ada.
Metode pendidikan di Finlandia bertumpu pada keinginan siswa, sehingga siswa bebas berkreasi dan tidak terbebani dengan sekolah. Metode belajar yang tidak membebani siswa membuat siswa dapat dengan mudah menyerap ilmu yang diberikan. Sekolah bukan lagi tempat yang menakutkan untuk didatangi, namun sekolah menjadi tempat menyenangkan untuk bermain dan belajar.

Kebebasan bukan berarti melepas, kebebasan memberi ruang untuk berkreasi

Leave a Comment





Site powered by Revoluzio. Managed by Jagoanhosting