Minggu Membaca

Surabaya semenjak tahun 2014 dicanangkan sebagai surabaya kota literasi, sebuah mimpi yang sangat bagus dan mulia. Program demi program pun terus dilakukan oleh Surabaya untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota literasi hingga akhirnya dapat memasukkan 15 menit membaca sebelum mata pelajaran sekolah dimulai untuk SD, SMP dan SMA. Lalu, untuk menyadarkan masyarakat non sekolah adalah dengan cara membentuk taman baca yang berada di tingkat RW sehingga total taman baca masyarakat saat ini di Surabaya mencapai 1.438 TBM (Juni, 2016) dengan rincian 462 titik perpustakaan mii sedangkan 967 titik lainnya adalah TBM layanan.

Lalu menjadi pertanyaan, apakah dengan usaha yang seperti itu masyarakat sudah tahu bahwa surabaya telah dicanangkan sebagai kota literasi? Ternyata masih banyak yang tidak tahu, sebuah impian yang bagus untuk menjadikan surabaya sebagai kota literasi. Ini harus didukung oleh semua pihak termasuk dari komunitas Inspiring Youth Educators (IYE) untuk mendukung Surabaya Kota Literasi. Dari programnya, ada yang tersentuh namun tidaklah banyak yakni masyarakat non akademik. Sehingga dari celah inilah IYE membuat program gerakan mingggu membaca.

Meluangkan waktu satu hari saja untuk digunakan sebagai hari membaca. Satu hari ini dilakukan karena untuk melakukan perubahan tidak bisa secara signifikan sedangkan data indeks minat baca Indonesia tahun 2012 dari UNESCO bernilai 0,001 artinya dari 1.000 penduduk indonesia hanya ada 1 warga yang membaca. Artinya pada tahun 2012 minat baca Indonesia masih rendah, sehingga untuk melakukan perubahan harus perlahan demi perlahan. Kami meyakini dengan cara membudayakan gerakan minggu membaca akan berdampak jika dilakukan secara rutin.

Yuk, dukung gerakan minggu membaca dengan cara membaca di hari minggu. Ajak semua orang yang ada di sekelilingmu untuk membaca di hari minggu. Jika mau upload di media sosial sertakan hashtag #minggumembaca dalam setiap postinganmu.

Terima kasih telah mendukung gerakan minggu membaca.

Leave a Comment