Pendidikan Berbasis Sosial Media

social-media-icon

Di era modernisasi ini media sosial sudah menjadi kebutuhan yang mutlak akan setiap manusia. Tidak pernah terlewatkan satu hari di mana kita tidak melihat berbagai macam informasi melalui media sosial baik itu melalui elektronik maupun non elektronik.  Dari kalangan tingkat menengah hingga atas semua melibatkan media sosial sebagai wadah untuk menimba informasi atau ilmu pengetahuan. Dari anak-anak hingga dewasa juga turut andil dan terlibat dalam mengakses informasi melalui media sosial. Jadi wajar saja apabila media sosial yang ada pada bangsa ini mempengaruhi karakter bangsa kita, dalam artian segala bentuk informasi dan ilmu yang ada pada media sosial mampu mempengaruhi kualitas karakter bangsa kita.

Media sosial memiliki pengaruh penting dalam kehidupan kita, sama seperti dalam kehidupan bermasyarakat kita mengenal yang namanya tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mereka berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat tersebut. Apa yang mereka sampaikan seakan-akan menjadi panutan kita. Begitu pula dengan media sosial yang tidak kalah dengan mereka. Keterlibatan media sosial dalam kehidupan sehari-hari ada yang berdampak positif dan ada yang berdampak negatif. Bagaimana cara masyarakat mengolah segala sumber informasi yang di peroleh dari media sosial, apakah mereka menerima dengan begitu saja atau mereka lebih menggali lagi informasi yang diterima dari media sosial. Sekarang tidak sulit untuk menyebarkan informasi, banyak sekali jejaring-jejaring sosial yang dapat digunakan sebagai sarana tukar menukar informasi. Sekali kita mengakses suatu informasi pada jejaring sosial seketika dunia akan cepat membacanya.

Arus media sosial yang berkembang di Indonesia ini sudah cukup baik. Di mana masyarakat dengan mudahnya memperoleh nilai-nilai postitif dari media tersebut. Di zaman sekarang sudah banyak masyarakat yang telah memiliki TV, dapat membaca, dan melakukan Browsing internetuntuk menggali beberapa informasi yang mudah didapat dari sumber-sumber tersebut. Ketika perantara untuk meraih informasi dari media sosial itu semakin membaik sekarang yang menjadi permasalahan, apakah informasi yang disediakan oleh media sosial itu memiliki nilai yang besar (positif) atau bahkan tidak mendidik (negatif).  Salah satu kelemahan dari media sosial yang mudah diakses adalah maraknya informasi negatif yang mudah didapat pula. Sekarang dengan mudahnya untuk mencari informasi melalui internet, anak-anak seiring dengan perkembangan zaman dengan lihai-nya mencari informasi dari internet. Sifat keingintahuan yang tinggi menjadikan mereka haus akan informasi. Segala situs mereka buka dan yang paling dikhawatirkan adalah ketika mereka mengakses situs-situs terlarang. Ketika keluarga dan Sekolah telah berperan sebagai agen media sosial memberikan norma-norma kemanusiaan, namun yang sangat disayangkan ketika anak tersebut menyimpang dalam menggunakan tekhnologi, kita sadar keluarga dan sekolah telah memberikan yang terbaik kini saatnya pemerintah mengambil satu langkah pasti untuk menghentikan penyimpangan tersebut berupa pemblokiran situs-situs terlarang tersebut.

Moral suatu bangsa sebenarnya juga ditentukan oleh pergerakan media sosial di dalamnya. Saat ini kita bisa dengan mudah melihat realita bahwa masih ada tayangan media sosial yang tidak mendidik sehingga mengakibatkan berkurangnya nilai-nilai moral anak bangsa. Tayangan kekerasan yang mempengaruhi aspek pembelajaran sikap anak-anak bangsa menjadikan mereka miskin akan nilai-nilai moral yang baik.  Apabila diibaratkan, media sosial itu adalah sebuah sumber mata air yang jernih dan masyarakat diibaratkan sebagai kelompok yang haus akan air, seketika masyarakat itu meminum air yang jernih maka mereka dapat menghilangkan dahaga mereka dengan tenang. Sebaliknya apabila air keruh yang mereka minum maka hidup mereka sudah tidak sehat lagi.

Dampak negatif dari penggunaan media sosial juga bisa disebabkan karena penggunaan yang berlebihan seperti yang terlihat dalam account jejaring sosial yang kita miliki dapat berdampak pada aspek kehidupan anak bangsa seperti tidak sengaja mengumbar segala aib dan juga mampu menjatuhkan reputasi seseorang melalui status jejaring sosial. Memang benar ada beberapa manfaat positifnya menggunakan sarana media sosial online seperti jejaring sosial diantaranya mempermudah silaturahmi, namun apabila penggunaan terlalu berlebihan hanya akan membuang-buang waktu. Terbawa suasana fasilitas dari jejaring sosial tersebut mengakibatkan kita lupa akan waktu. Di negara-negara maju seperti masyarakat di Jepang terutama kalangan pemuda-pemudi sangat jarang sekali penggunaan situs jejaring sosial karena salah satu dari sifat mereka yang tidak suka mengumbar aib. Mereka menganggap bahwa jejaring sosial itu sebagai sumber konflik yang tiada hentinya. Banyak kasus pelecehan nama baik di Indonesia disebabkan karena mengumbar aib pada situs jejaring sosial sehingga mereka harus mempertanggungjawabkan atas apa yang mereka perbuat.

Media sosial memiliki peran yang penting untuk membentuk karakter anak bangsa dalam rangka kebangkitan nasional. Berkembangnya media sosial akan mempengaruhi watak pemuda-pemudi kita kelak. Membenahi segala sumber media sosial merupakan tugas kita.  Jangan pernah jadikan media sosial sebagai ajang untuk  mencari eksistensi semata. Media sosial mampu menyatukan beragam suku bangsa, budaya, dan bahasa. Media sosial akan mempengaruhi kualitas masyarakat suatu bangsa.

Setiap generasi memiliki generasinya sendiri dan setiap zaman memiliki zamannya tersendiri. Kita tidak dapat merubah generasi yang kemarin dengan cara kita karena mereka juga memiliki generasinya sendiri. Sekarang saatnya kita membina anak-anak sesuai dengan cara-cara masa kini. mengingat anak-anak lebih mudah memahami sesuatu dari apa yang ia lihat dan rasakan sendiri, Kita dapat mengantisipasi perubahan karakter bangsa yang negatif melalui peran media sosial untuk jangka panjang kedepan, apabila anak-anak dibekali dengan pendidikan mengenai penggunaan sosial media secara positif, maka  melalui media sosial kita bisa memperkirakan kemajuan bangsa ini untuk 20 tahun yang akan datang. Akan lahir pilar-pilar bangsa memiliki visi yang kuat untuk bangsanya. Memang hal seperti ini sepele di mata kita, namun jika kita hanya duduk terdiam dan menyaksikan apa yang media sosial berikan kepada kita dan menerimanya begitu saja maka kita hanya akan diperbudak oleh informasi.

Membimbing karakter anak bangsa melalui media sosial merupakan titik awal untuk melahirkan Indonesia berkarakter. Media sosial selayaknya mampu menjadi fasilitator untuk mengembangkan karakter individu dan membangkitkan semangat nasionalisme sehingga muncul pribadi-pribadi yang memiliki integritas tinggi terhadap cita-cita bangsa. Ibarat  suatu keluarga, media sosial seharusnya mampu menjadi ibu untuk membimbing anak-anaknya melalui jalan yang benar.

Leave a Comment